Jumat, 15 Mei 2015

TUGAS 8

Beberapa Klasifikasi Industri



1. Klasifikasi industri berdasarkan bahan baku
Tiap-tiap industri membutuhkan bahan baku yang berbeda, tergantung pada apa yang akan dihasilkan dari proses industri tersebut. Berdasarkan bahan baku yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi:
   a. Industri ekstraktif, yaitu industri yang bahan bakunya diperoleh langsung dari alam. Misalnya: industri hasil pertanian, industri hasil perikanan, dan industri hasil kehutanan.
   b. Industri nonekstraktif, yaitu industri yang mengolah lebih lanjut hasilhasil industri lain. Misalnya: industri kayu lapis, industri pemintalan, dan industri kain.
  c. Industri fasilitatif atau disebut juga industri tertier. Kegiatan industrinya adalah dengan menjual jasa layanan untuk keperluan orang lain. Misalnya: perbankan, perdagangan, angkutan, dan pariwisata.

2. Klasifikasi industri berdasarkan tenaga kerja
Berdasarkan jumlah tenaga kerja yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi:
a. Industri rumah tangga, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari empat orang. Ciri industri ini memiliki modal yang sangat terbatas, tenaga kerja berasal dari anggota keluarga, dan pemilik atau pengelola industri biasanya kepala rumah tangga itu sendiri atau anggota keluarganya. Misalnya: industri anyaman, industri kerajinan, industri tempe/ tahu, dan industri makanan ringan.
b. Industri kecil, yaitu industri yang tenaga kerjanya berjumlah sekitar 5 sampai 19 orang, Ciri industri kecil adalah memiliki modal yang relative kecil, tenaga kerjanya berasal dari lingkungan sekitar atau masih ada hubungan saudara. Misalnya: industri genteng, industri batubata, dan industri pengolahan rotan.
c. Industri sedang, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja sekitar 20 sampai 99 orang. Ciri industri sedang adalah memiliki modal yang cukup besar, tenaga kerja memiliki keterampilan tertentu, dan pimpinan perusahaan memiliki kemapuan manajerial tertentu. Misalnya: industri konveksi, industri bordir, dan industri keramik.
d. Industri besar, yaitu industri dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 100 orang. Ciri industri besar adalah memiliki modal besar yang dihimpun secara kolektif dalam bentuk pemilikan saham, tenaga kerja harus memiliki keterampilan khusus, dan pimpinan perusahaan dipilih melalui uji kemapuan dan kelayakan (fit and profer test). Misalnya: industri tekstil, industri mobil, industri besi baja, dan industri pesawat terbang.


3. Klasifikasi industri berdasarkan produksi yang dihasilkan
Berdasarkan produksi yang dihasilkan, industri dapat dibedakan menjadi:
a. Industri primer, yaitu industri yang menghasilkan barang atau benda yang tidak perlu pengolahan lebih lanjut. Barang atau benda yang dihasilkan tersebut dapat dinikmati atau digunakan secara langsung. Misalnya: industri anyaman, industri konveksi, industri makanan dan minuman.
b. Industri sekunder, yaitu industri yang menghasilkan barang atau benda yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut sebelum dinikmati atau digunakan. Misalnya: industri pemintalan benang, industri ban, industri baja, dan industri tekstil.
c. Industri tertier, yaitu industri yang hasilnya tidak berupa barang atau benda yang dapat dinikmati atau digunakan baik secara langsung maupun tidak langsung, melainkan berupa jasa layanan yang dapat mempermudah atau membantu kebutuhan masyarakat. Misalnya: industri angkutan, industri perbankan, industri perdagangan, dan industri pariwisata.

 4. Klasifikasi industri berdasarkan bahan mentah
Berdasarkan bahan mentah yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi:
a. Industri pertanian, yaitu industri yang mengolah bahan mentah yang diperoleh dari hasil kegiatan pertanian. Misalnya: industri minyak goreng, Industri gula, industri kopi, industri teh, dan industri makanan.
b. Industri pertambangan, yaitu industri yang mengolah bahan mentah yang berasal dari hasil pertambangan. Misalnya: industri semen, industri baja, industri BBM (bahan bakar minyak bumi), dan industri serat sintetis.
c. Industri jasa, yaitu industri yang mengolah jasa layanan yang dapat mempermudah dan meringankan beban masyarakat tetapi menguntungkan. Misalnya: industri perbankan, industri perdagangan, industri pariwisata, industri transportasi, industri seni dan hiburan.

 5. Klasifikasi industri berdasarkan lokasi unit usaha
Keberadaan suatu industri sangat menentukan sasaran atau tujuan kegiatan industri. Berdasarkan pada lokasi unit usahanya, industri dapat dibedakan menjadi:
a. Industri berorientasi pada pasar (market oriented industry), yaitu industri yang didirikan mendekati daerah persebaran konsumen.
b. Industri berorientasi pada tenaga kerja (employment oriented industry), yaitu industri yang didirikan mendekati daerah pemusatan penduduk, terutama daerah yang memiliki banyak angkatan kerja tetapi kurang pendidikannya.
c. Industri berorientasi pada pengolahan (supply oriented industry), yaitu industri yang didirikan dekat atau ditempat pengolahan. Misalnya: industri semen di Palimanan Cirebon (dekat dengan batu gamping), industri pupuk di Palembang (dekat dengan sumber pospat dan amoniak), dan industri BBM di Balongan Indramayu (dekat dengan kilang minyak).
d. Industri berorientasi pada bahan baku, yaitu industri yang didirikan di tempat tersedianya bahan baku. Misalnya: industri konveksi berdekatan dengan industri tekstil, industri pengalengan ikan berdekatan dengan pelabuhan laut, dan industri gula berdekatan lahan tebu.
e. Industri yang tidak terikat oleh persyaratan yang lain (footloose industry), yaitu industri yang didirikan tidak terikat oleh syarat-syarat di atas. Industri ini dapat didirikan di mana saja, karena bahan baku, tenaga kerja, dan pasarnya sangat luas serta dapat ditemukan di mana saja. Misalnya: industri elektronik, industri otomotif, dan industri transportasi.

 6. Klasifikasi industri berdasarkan proses produksi
Berdasarkan proses produksi, industri dapat dibedakan menjadi:
a. Industri hulu, yaitu industri yang hanya mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi. Industri ini sifatnya hanya menyediakan bahan baku untuk kegiatan industri yang lain. Misalnya: industri kayu lapis, industri alumunium, industri pemintalan, dan industri baja.
b. Industri hilir, yaitu industri yang mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi sehingga barang yang dihasilkan dapat langsung dipakai atau dinikmati oleh konsumen. Misalnya: industri pesawat terbang, industri konveksi, industri otomotif, dan industri meubeler.

 7. Klasifikasi industri berdasarkan barang yang dihasilkan
Berdasarkan barang yang dihasilkan, industri dapat dibedakan menjadi:
a. Industri berat, yaitu industri yang menghasilkan mesin-mesin atau alat produksi lainnya. Misalnya: industri alat-alat berat, industri mesin, dan industri percetakan.
b. Industri ringan, yaitu industri yang menghasilkan barang siap pakai untuk dikonsumsi. Misalnya: industri obat-obatan, industri makanan, dan industri minuman.

 8. Klasifikasi industri berdasarkan modal yang digunakan
Berdasarkan modal yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi:
a. Industri dengan penanaman modal dalam negeri (PMDN), yaitu industri yang memperoleh dukungan modal dari pemerintah atau pengusaha nasional (dalam negeri). Misalnya: industri kerajinan, industri pariwisata, dan industri makanan dan minuman.
b. Industri dengan penanaman modal asing (PMA), yaitu industri yang modalnya berasal dari penanaman modal asing. Misalnya: industri komunikasi, industri perminyakan, dan industri pertambangan.
c. Industri dengan modal patungan (join venture), yaitu industri yang modalnya berasal dari hasil kerja sama antara PMDN dan PMA. Misalnya: industri otomotif, industri transportasi, dan industri kertas.

 9. Klasifikasi industri berdasarkan subjek pengelola
Berdasarkan subjek pengelolanya, industri dapat dibedakan menjadi:
a. Industri rakyat, yaitu industri yang dikelola dan merupakan milik rakyat, misalnya: industri meubeler, industri makanan ringan, dan industri kerajinan.
b. Industri negara, yaitu industri yang dikelola dan merupakan milik Negara yang dikenal dengan istilah BUMN, misalnya: industri kertas, industri pupuk, industri baja, industri pertambangan, industri perminyakan, dan industri transportasi.

 10. Klasifikasi industri berdasarkan cara pengorganisasian
Cara pengorganisasian suatu industri dipengaruhi oleh berbagai factor, seperti: modal, tenaga kerja, produk yang dihasilkan, dan pemasarannya. Berdasarkan cara pengorganisasianya, industri dapat dibedakan menjadi:
a. Industri kecil, yaitu industri yang memiliki ciri-ciri: modal relatif kecil, teknologi sederhana, pekerjanya kurang dari 10 orang biasanya dari kalangan keluarga, produknya masih sederhana, dan lokasi pemasarannya masih terbatas (berskala lokal). Misalnya: industri kerajinan dan industri makanan ringan.
b. Industri menengah, yaitu industri yang memiliki ciri-ciri: modal relative besar, teknologi cukup maju tetapi masih terbatas, pekerja antara 10-200 orang, tenaga kerja tidak tetap, dan lokasi pemasarannya relative lebih luas (berskala regional). Misalnya: industri bordir, industri sepatu, dan industri mainan anak-anak.
c. Industri besar, yaitu industri yang memiliki ciri-ciri: modal sangat besar, teknologi canggih dan modern, organisasi teratur, tenaga kerja dalam jumlah banyak dan terampil, pemasarannya berskala nasional atau internasional. Misalnya: industri barang-barang elektronik, industri otomotif, industri transportasi, dan industri persenjataan

Untuk meningkatkan daya saing industri kita dengan negara lain adalah dengan cara meningkatkan produktifitas tenaga kerja, mendongkrak penggunaan produk-produk dalam negeri, baik melalui penerapan berbagai macam regulasi teknis dan tata niaga untuk pengamanan pasar dalam negeri 

Menurut saya sektor industri yang sangat berpengaruh bagi negara kita adalah dari sektor industri pertanian karena merupakan penghasil devisa terbesar bagi kita, seperti ekspor komoditas karet, kopi, teh, kakao, dan minyak sawit lebih dari 50% komoditas tersebut untuk di ekspor  

Sumber:  http://geografi-bumi.blogspot.com/2009/10/klasifikasi-industri.html  
                http://www.academia.edu/5607319/Sektor_Pertanian_Dalam_Peningkatan_Pendapatan_Nasional
         
   



Jumat, 08 Mei 2015

TUGAS 7

Apa Itu Perdagangan Antar Negara?
Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP. Meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun (lihat Jalur Sutra, Amber Road), dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan politik baru dirasakan beberapa abad belakangan. Perdagangan internasional pun turut mendorong Industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multinasional.

Hambatan Dalam Perdagangan Internasional
A. Hambatan Tarif
     Adalah hambatan perdagangan yang berbentuk menggunakan pajak atas barang-barang yang di impor     dinamakan tarif. Berdasarkan jenisnya dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Ad valorem duties, yaitu pajak impor yang besarnya dinyatakan dalm bentuk presentase yang  berdasarkan dari harga barang yang di impor.
2. Specific duties, yaitu pajak yang nilainya tetap walaupun harga barang impor berubah.

B. Hambatan Quota
    Adalah hambatan yang menentukan jumlah maksimum sesuai jenis barang yang di impor pada periode tertentu. Kuota digolongkan menjadi :
1. Kuota impor tujuannya untuk membatasi jumlah barang impor yang beredar di dalam negeri
2. Kuota ekspor bertujuan untuk menjamin tersedianya barang di dalam negeri dalam jumlah yang cukup dan mendorong kegiatan produksi dalam negeri. 

C. Hambatan Dumping
     Adalah diskriminasi harga secara internasional yang dilakukan dengan menjual suatu produk di luar negeri dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan harga di dalam negeri. Dumping dianggap sebagai praktek perdagangan yang tidak jujur (unfair trade practice). Negara yang dirugikan dapat melakukan tindakan anti dumping.

D. Hambatan Embargo
     Embargo adalah larangan perdagangan dengan Negara lain atau kelompok Negara. Embargo biasanya digunakan sebagai hukuman politik bagi pelanggaran terhadap sebuah kebijakan atau kesepakatan.

Alasan Pemerintah Menerapkan Hambatan Dalam Perdagangan Antar Negara
Pemerintah harus membatasi impor sehingga dapat melakukan dengan cara membatasi jumlah yang dapat diimpor dan memungut pajak impor sehingga harga barang impor lebih mahal dibandingkan harga barang-barang di dalam negeri. Jika barang impor harganya lebih mahal maka permintaannya dapat berkurang. Pajak yang dipungut pemerintah dari barang-barang impor juga dapat menambah pendapatan pemerintah. Sementara itu dampak dari berkurangnya permintaan barang impor dapat mendorong permintaan barang-barang produksi dalam negeri sehingga produksi dalam negeri dapat meningkat.

Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_internasional
             https://firanitustita.wordpress.com/2015/05/01/perdagangan-antar-negara/

Minggu, 03 Mei 2015

TUGAS 6

Apakah dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi negara dapat dikatakan makmur?
Menurut saya negara dapat dikatatakan makmur apabila jika mempunyai sektor bagi kas negara untuk pembangunan. Pemasukan negara yang berlimpah juga akan bisa mensejahterakan rakyat. Ada beberapa faktor yang dapat dikatakan suatu negara makmur yaitu pendapatan nasional yang tinggi, tingkat kesejahteraan rakyat, tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran yang rendah, tingkat pendidikan yang tinggi.
Dari penjelasan diatas dapat di simpulkan bahwa kemakmuran suatu Negara dapat dilihat dari pendapatan nasional yang diterima Negara , akan tetapi pendapatan nasional yang besar belum menentukan kemakmuran suatu Negara tanpa melihat kondisi ekonomi masyarakat atau penduduk Negara tersebut.

 Apakah pertumbuhan penduduk di Negara berkembang mempengaruhi tingkat ekonominya?
 Tentu saja pertumbuhan penduduk yang tinggi di Negara berkembang sangat mempengaruhi pembangunan ekonomi Negara berkembang karena semakin tinggi angka kelahirannya maka semakin banyak pula angkatan kerja yang aka nada tetapi di Negara berkembang biasanya sedikit sekali lapangan pekerjaannya. Jadi akibatnya semakin banyak pengangguran di Negara tersebut dan membuat kemiskinan di Negara berkembang menjadi naik. Sudah pasti imbasnya membuat pembangunan ekonominya akan terhambat. Dibutuhkan solusi bagi Negara berkembang untuk mengatasi tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi.


Sifat Sifat Pertumbuhan Ekonomi
1. Suatu Proses
   
Pembangunan ekonomi merupakan suatu proses, artinya pembangunan ekonomi itu berlangsung berlangsung secara terus-menerus bukan merupakan kegiatan yang sifatnya insidental ( tidak sengaja).

2. Usaha untuk meningkatkat pendapatan perkapita
 
Dikatakan terjadi pembangunan ekonomi jika terjadi kenaikan dalam hal pendapatan per kapita, karena kenaikan pendapatan kenaikan per kapita itu  merupakan cerminan terjadinya kesejahteraan ekonomi masyarakat.

3.  Kenaikan pendapatan per kapita berlangsung dalam jangka panjang

Pendapatan per kapita secara rata-rata meningkat dari tahun ke tahun. Namun, hal tersebut bukan berarti bahwa pendaptan per kapita harus mengalami kenaikan secara terus-menerus, tetapi pada suatu waktu tertentu dapat turun, namun turunnya tidak terlalu besar.

4. Kenaikan pendapatan per kapita diikuti dengan terjadinya perubahan teknologi atau kelembagaan.
 Maksudnya, dikatakan terjadi pembanguna ekonomi bukan saja berarti peningkatan pendapatan per kapita, namun kenaikan pendapatan per kapita juga harus diikuti dengan terjadinya perubahan teknologi. Misalnya di sektor pertanian, yang dulunya pengolahan lahan dengan menggunakan tenaga hewan, sekarang berganti meggunkana traktor


Faktor factor yang mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
Ada beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, namun pada hakikatnya faktor-faktor tersebut dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu faktor ekonomi dan faktor nonekonomi.

Faktor ekonomi yang memengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diantaranya adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan keahlian atau kewirausahaan.


Sumber daya alam, yang meliputi tanah dan kekayaan alam seperti kesuburan tanah, keadaan iklim/cuaca, hasil hutan, tambang, dan hasil laut, sangat memengaruhi pertumbuhan industri suatu negara, terutama dalam hal penyediaan bahan baku produksi. Sementara itu, keahlian dan kewirausahaan dibutuhkan untuk mengolah bahan mentah dari alam, menjadi sesuatu yang memiliki nilai lebih tinggi (disebut juga sebagai proses produksi).


Sumber daya manusia juga menentukan keberhasilan pembangunan nasional melalui jumlah dan kualitas penduduk. Jumlah penduduk yang besar merupakan pasar potensial untuk memasarkan hasil-hasil produksi, sementara kualitas penduduk menentukan seberapa besar produktivitas yang ada.
 
Sementara itu, sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah bahan mentah tersebut. Pembentukan modal dan investasi ditujukan untuk menggali dan mengolah kekayaan. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

Faktor nonekonomi mencakup kondisi sosial kultur yang ada di masyarakat, keadaan politik, kelembagaan, dan sistem yang berkembang dan berlaku.
 
Sumber:  http://alfisyahakbar.blogspot.com/
 http://awalilmu.blogspot.com/2015/02/pengertian-pembangunan-ekonomi-lengkap.html

Jumat, 24 April 2015

TUGAS 5



 Ekonomi Mikro terdapat 3 pelaku ekonomi

Rumah Tangga Konsumen/Keluarga
Rumah tangga konsumen adalah individu atau keluarga/kelompok masyarakat yang memakai atau menggunakan  barang/jasa sekaligus sebagai pemilik faktor - faktor produksi.
Peran RTK dalam kegiatan ekonomi:
            Sebagai Konsumen: Mengkonsumsi barang dan jasa hasil produksi
      Penyedia/Pemasok Faktor Produksi (SDA/Tanah, SDM/Tenaga Kerja, Modal, Kewirausahaan, Skill/Keahlian
      Menerima penghasilan/balas jasa sebagaiberikut:
-          Pemilik SDA/Tanah menerima penghasilan berupa Sewa (Rent)
-          Pemilik SDM/Tenaga Kerja menerima penghasilan berupa upah dan gaji (Wage)
-          Pemilik Modal menerima penghasilan berupa Bunga Modal (Interest)
-          Pemilik Kewirausahaan menerima penghasilan berupa Laba Usaha (Profit)
Rumah Tangga Produsen
Rumah tangga produsen adalah unit kegiatan usaha yang menggunakan dan mengkombinasikan faktor - faktor  produksi untuk menghasilkan barang/jasa.
Peran RTP dalam kegiatan ekonomi:
A.    Sebagai produsen: menghasilkan barang dan jasa
B.     Sebagai distributor: menjual dan mendistribusikan barang dan jasa
C.     Sebagai pengguna: memberikan imbalan balas jasa
D.    Sebagai wajib pajak: membayar pajak kepada pemerintah
Rumah Tangga Pemerintah
Rumah tangga pemerintah adalah jalannya pemerintah di suatu Negara/wilayah
Peran RTG dalam kegiatan ekonomi:
A.    Sebagai konsumen: membeli barang dan jasa untuk keperluan pemerintah
B.     Sebagai produsen: mendirikin BUMN, penanam modal di perusahaan asing maupun domestik
C.     Sebagai pengatur kegiatan ekonomi: membuat undang-undang perbankan, perpajakan, antimonopoly, perburuhan

Dalam Ekonomi Makro
1.      Sektor Rumah Tangga
Peranan sector ini dalam kegiatan ekonomi antara lain sebagai berikut :
Sebagai pemilik atau pemasok sumber daya atau faktor produksi yang dibutuhkan kelompok pelaku ekonomi lainnya
Sebagai pemakai barang dan jasa yang dihasilkan oleh kelompok masyarakat lainnya seperti : produsen , pemerintah , dan luar negeri

2.      Sektor Rumah Tangga Produksi
Peranan RTP dalam kegiatan ekonomi anatara lain sbb :
Sebagai penghasil atau pemasok barang barang hasil produksi kelompok masyarakat
Sebagai pemakai faktor produksi/sumber daya RTK
Sebagai pemakai input dan output dati RLTN
Tujuan kegiatan RTP adalah untuk mencari laba maksimum

3.      Rumah Tangga Negara
Peranan RTN dalam kegiatan ekonomi antara lain , sebagai berikut :
Sebagai penghasil barang public
Sebagai pemakai faktor produksi dari RTP dan RLTN
Sebagai pemakai hasil produksi dati RTP dan RLTN

4.      Rumah Tangga Luar Negeri
Peranan RLTN dalam kegiatan ekonomi antara lain sebagai berikut :
Sebagai penghasil barang dan jasa yang dibutuhkan kelompok pelaku kegiatan ekonomi lainnya
Sebagai pemasok faktor produksi yang dibutuhkan, kelompok pelaku ekonomi lainnya
Sebagai pemakai barang dan jasa yang dihasilkan RTP
Sebagai pemakai faktor produksi yang dimiliki RTK
                                                         
Menurut saya system ekonomi yang baik untuk Negara Indonesia adalah system perekonomian pancasila. Karena system yang dijalankan di Indonesia harus berpedoman kepada pancasila. Sehingga secara normatif Pancasila dan UUD 1945 adalah landasan system perekonomian Indonesia 

Sumber: http://www.academia.edu/8097792/Pelaku_Kegiatan_Ekonomi_dan_Perannya_Dalam_Kegiatan_Ekonomi
  http://alfisyahakbar.blogspot.com/

Jumat, 17 April 2015

TUGAS 4

 Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.

Contoh dari Inflasi : 

  1. Inflasi Ringan (kurang dari 10% / Tahun
  2. Inflasi Sedang (antara 10% sampai 30% / Tahun)
  3. Inflasi Berat (antara 30% sampai 100% / Tahun)
  4. Inflasi sangat Berat (lebih dari 100% / Tahun)
Dampak dari Inflasi?


Inflasi tidak selalu menimbulkan kerugian bagi masyarakat, karena inflasi juga bisa menimbulkan keuntungan. Bahkan inflasi bisa mendorong para pengusaha untuk memperluas produksinya dan akan tumbuh kesempatan kerja baru sekaligus bertambahnya pendapatan seseorang. Namun, bagi masyarakat yang berpenghasilan tetap, Inflasi menyebabkan mereka mengalami kerugian karena penghasilan yang tetap itu jika ditukarkan dengan barang dan jasa akan semakin sedikit.

Inflasi membuat daya saing untuk barang ekspor berkurang. Berkurangnya daya saing karena harga barang ekspor yang semakin mahal yang tidak diimbangi dengan kenaikan taraf  kualitasnya. Hal itu dapat menyulitkan para eksportir dan negara dan negara pun bisa mengalami kerugian karena daya saing barang ekspor berkurang, yang mengakibatkan jumlah penjualan berkurang dan jumlah Devisa yang diperoleh oleh negara juga semakin kecil.

Fakktor yang mempengaruhi investasi pada suatu Negara
1. Suku Bunga
 
Suku bunga merupakan faktor yang sangat penting dalam menarik investasi karena sebagian besar investasi biasanya dibiayai dari pinjaman bank. Jika suku bunga pinjaman turun maka akan mendorong investor untuk meminjam modal dan dengan pinjaman modal tersebut maka ia akan melakukan investasi.



2. Pendapatan Nasional per kapita
    
Pendapatan nasional per kapita dan PDRB per kapita merupakan cermin dari daya beli masyarakat atau pasar. Makin tinggi daya beli masyarakat suatu negara atau daerah (yang dicerminkan oleh pendapatan nasional per kapita atau PDRB per kapita) maka akan makin menarik negara atau daerah tersebut untuk berinvestasi.

3. Kondisi Sarana dan Prasana

Prasarana dan sarana pendukung tersebut meliputi sarana dan prasarana transportasi, komunikasi, utilitas, pembuangan limbah dan lain-lain. Sarana dan prasarana transportasi contohnya antara lain : jalan, terminal, pelabuhan, bandar udara dan lainlain. Sarana dan prasrana telekomunikasi contohnya: jaringan telepon kabel maupun nirkabel, jaringan internet, prasarana dan sarana pos. Sedangkan contoh dari utilitas adalah tersedianya air bersih, listrik dan lain-lain.

4. Birokrasi Perijinan

Birokrasi perijinan merupakan faktor yang sangat penting dalam mempengaruhi investasi karena birokrasi yang panjang memperbesar biaya bagi investor. Birokrasi yang panjang akan memperbesar biaya bagi pengusaha karena akan memperpanjang waktu berurusan dengan aparat. Padahal bagi pengusaha, waktu adalah uang. Kemungkinan yang lain, birokrasi yang panjang membuka peluang oknum aparat pemerintah untuk menarik suap dari para pengusaha dalam rangka memperpendek birokrasi tersebut.

5. Kualitas Sumber Daya Manusia

Manusia yang berkualitas akhir-akhir ini merupakan daya tarik investasi yang cukup penting. Sebabnya adalah tekhnologi yang dipakai oleh para pengusaha makin lama makin modern. Tekhnologi modern tersebut menuntut ketrampilan lebih dari tenaga kerja.


Jumat, 10 April 2015

TUGAS 3

Apa yang dimaksud kemiskinan?
                  
 Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. 

Apa itu garis kemiskinan?

 Garis kemiskinan atau batas kemiskinan adalah tingkat minimum pendapatan yang dianggap perlu dipenuhi untuk memperoleh standar hidup yang mencukupi di suatu negara. Dalam praktiknya, pemahaman resmi atau umum masyarakat mengenai garis kemiskinan (dan juga definisi kemiskinan) lebih tinggi di negara maju daripada di negara berkembang. Hampir setiap masyarakat memiliki rakyat yang hidup dalam kemiskinan. Garis kemiskinan berguna sebagai perangkat ekonomi yang dapat digunakan untuk mengukur rakyat miskin dan mempertimbangkan pembaharuan sosio-ekonomi, misalnya seperti program peningkatan kesejahteraan dan asuransi pengangguran untuk menanggulangi kemiskinan
source: http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan & http://id.wikipedia.org/wiki/Garis_kemiskinan

Penyebab terjadinya kemiskinan
1.      Pengangguran
             Semakin banyak pengangguran, semakin banyak pula orang-orang miskin disekitar kita
2.      Tingkat pendidikan yang rendah
Tidak adanya keterampilan, ilmu pengetahuan, dan wawasan yang lebih, masyarakat tidak akan tidak akan merubah hidupnya menjadi lebih baik
3.      Ledakan penduduk
Karena ledakan penduduk otomatis lapangan kerja tidak sesuai, susahnya mendapat pekerjaan, dan tidak ada modal untuk wirausaha kadang membuat sebagian orang jadi putus asa, dan tidak mempunyai penghasilan
4.      Kurang terampilnya SDM
Kurang keterampilan sumber daya manusia di berbagai bidang pada suatu negara atau wilayah. Jika masing2 orang punya keterampilan apa aja dalam artian bisa melakukan usaha dari keterampilan tersebut maka kemiskinan akan dihindari apalagi kalau didukung dengan bantuan pemerintah dalam mendukung kegiatan2 usaha keterampilan
5.      Bencana alam
Banjir, tanah longsor, dan gunung meletus menyebabkan gagal panennya para petani, sehingga tidak ada bahan makanan untuk dikonsumsi maupun dijual kepada para penadah

Dampak terjadinya kemiskinan

 
1. Berkurangnya rasa nasionalisme terhadap suatu negara
 2. Banyak terjadinya tindak kejahatan dimana-mana, dikarenakan banyak masyarakat yang berpikiran pendek dalam memenuhi kebutuhannya
 3. Timbul banyaknya penyakir dimana-mana karena banyaknya tempat-tempat kumuh dan makanan yang dikonsumsi tidak sehat
 4. Semakin terpuruknya ekonomi bangsa yang akan mengakibatkan kehancuran suatu bangsa
 5. Semakin drastis berkurangnya ilmu agama atau keyakinan kepada tuhan karena lebih memikirkan kebutuhan utama yaitu kebutuhan ekonomi

Cara mengatasi kemiskinan yang ada di Indonesia
 1. Memberantas semua para koruptor yang masih merajalela di Indonesia
 2. Membangun sarana dan prasana pendidikan
 3. Membangun lapangan pekerjaan yang lebih
 4. Infrastruktur di daerah-daerah di perbaiki agar akses ke tempat lain bisa lebih mudah dan juga murah
 5. Memfasilitasi Usaha Kecil Menengah, agar warga yang punya UKM bisa meningkatkan pendapatan melalui fasilitas yang memadai
 6. Lebih memilih para pekerja WNI dibandingkan para pekerja WNA
 7. Menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok
                    

                     

Selasa, 24 Maret 2015

TUGAS 2

Mengapa saya memilih jurusan akuntansi

Saya memilih jurusan akuntansi karena saya menyukai perhitungan yang menjurus ke ekonomi. Saya juga memilih jurusan akuntansi karena sejak di SMA mengambil jurusan IPS dan ada mata pelajaran ekonomi akuntansi. Selain itu manusia sebagai makhluk sosial juga makhluk ekonomi. Karena akuntansi saya juga bisa mengatur pengeluaran sehari-sehari dan juga bisa lebih mengirit pengeluaran seperti membeli barang kebutuhan untuk pengeluaran kuliah, seperti membeli buku kita juga harus bisa mengirit dengan membeli buku yang lebih murah dari harga aslinya.

Saya juga memilih jurusan akuntansi di Universitas Gunadarma karena disana jurusan akuntansi nya bagus dan sudah terakreditasi A. Jurusan akuntasi juga mulai dari perusahaan yang kecil hingga perusahaan yang besar membutuhkan akuntan yang baik. Jadi seorang akuntan dapat mendapatkan pekerjaan yang mudah.